Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Opini : "Harga yang Diatur Meraibkan Obat Covid-19"

Pada Hari Sabtu lalu santer terdengar baik dalam pemberitaan mau pun kabar burung yang disampaikan dari mulut ke mulut. Yah, obat antiviral kini dalam masa darurat. Pasalnya di Kota Jakarta utamanya dan beberapa daerah besar di Jawa obat seperti Favipiravir 200 miligram, Injeksi Remdesivir 100 miligram, Tablet Invermectin 12 miligram dan jenis lainnya mulai langka ditemui. Hal ini dilatar belakangi oleh kebijakan pemerintah yang mulai menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET). Dilansir dari Koran Tempo, persoalan tersebut memicu kejadian yang hampir sama dengan kasus dimana masker mulai langka. Ada beberapa faktor di belakangnya termasuk penimbunan guna menjualnya kembali dalam harga yang relatif tinggi. Ada pun dari pihak pengelola apotek menyatakan bahwa obat-obatan tersebut benar habis dalam beberapa hari terakhir sejak penentuan HET tersebut. Apotek terkait yang kehabisan obat-obatan covid-19 tersebut telah memesan ulang obatnya pada instansi pusat Kimia Farma. Namun, dari sana ...

Opini : "Banting Setir Bus Pariwisata"

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat saat ini tengah berlangsung hingga tanggal 20 Juli kedepan. Hal ini sudah santer terdengar di kalangan masyarakat. Tak hanya itu, pembatasan ini nyatanya membawa dampak yang kurang mengenakkan utamanya bagi sektor yang bergerak di bidang transportasi umum salah satunya yakni transportasi bus. Sebelumnya, pada pemberlakuan pengetatan dan pembatasan penumpang telah dilakukan sejak masa awal pandemi bahkan di hari menjelang lebaran kemarin. Dari sejak saat itu yang paling terpengaruh ialah pada transportasi umum. Bahkan dari bus sendiri nyatanya banyak mengalami kerugian karena tidak dapat beroperasi secara optimal sebagaimana dahulu masih berjalan. Sempat membaik, sebab saat itu bagi bus sudah diperbolehkan membawa penumpang sebanyak 50 persen. Meskipun tidak membantu banyak, setidaknya hal tersebut mampu sedikit menambal minus pada pemasukan bus itu sendiri. Dilansir dari koran tempo, salah satu armada bus Manhattan cont...

Opini : "Program Wisata Terimbas Efek Corona"

Beberapa hari terakhir bahkan dalam hitungan minggu, kasus covid-19 masih santer terdengar di kalangan masyarakat. Kali ini banyak beredar mengenai bervariasinya covid-19 serta lonjakan kasus yang lumayan tinggi. Tak ayal beberapa kalangan mulai merasa terusik dan ini juga berimbas pada program wisata yang mulai digalakkan oleh pemerintah guna menekan lemahnya perekonomian. Salah satunya yang terkenal dengan Work Form Bali , dalam hal ini program tersebut disinyalir juga tersendat oleh adanya kabar yang kurang baik mengenai adanya varian baru covid-19 serta lonjakan kasus yang terus naik secara signifikan. Kabar tersebut secara tidak langsung turut menurunkan daya tawar pada layanan agen wisata, khususnya di Bali sendiri. Padahal Bali sendiri merupakan sasaran tempat wisata yang proyek wisatanya dikategorikan aman. Melansir dari koran tempo, pada 26 Juni 2021 lalu paket layanan yang tujuannya ke Bali sedang gencar ditawarkan oleh agen karena adanya program pemerintah Work From Ba...

Opini : "Sri Sultan : Satu-Satunya Cara, ya, Lockdown"

Akhir-akhir ini jagat dunia maya digemparkan kembali oleh pemberitaan publik terkait dengan lonjakan pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Sebenarnya di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta sudah memberlakukan yang namanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berskala mikro dengan sangat optimal, lama bahkan semenjak ada lonjakan kasus. Segala sikap tegas dari pembatasan gencar dilakukan di tingkat rukun tetangga (rt) / rukun warga (rw). Sri Sultan Hamengku Buwono X, sebagai Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, turut bersuara menanggapi merebaknya virus corona utamanya yang terjadi di lingkup daerah Yogyakarta yang sudah sangat mengkhawatirkan. Kondisi ini memicu tindakan Sultan yang dimungkinkan saja untuk mempertimbangkan penutupan wilayah Yogyakarta atau melakukan karantina wilayah ( Lockdown ). Segenap jajaran perangkat pemerintahan juga turut mendukung apa yang dissampaikan oleh Sultan. Pemerintah Provinsi sendiri yang telah melakukan PPKM, nyatanya tak ...

Opini : “Agar Aparat Bekerja dari Pulau Dewata”

Pada Hari Sabtu, tanggal 12 Juni 2021 pemberitaan dari koran tempo digital salah satunya membahas perihal work from Bali (WFB) atau dapat diartikan yakni bekerja dari Bali. Pernyataan lahir dari berbagai pihak terkait. Utamanya yang memiliki hubungan langsung dengan rencana baru pemerintah ini. Menjelang diterapkannya work from Bali , PT Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) telah memoles hampir seluruh area wisata Nusa Dua. Pada tahap awal diketahui ialah mempromosikan kawasan pariwisata sebagai tempat bekerja jarak jauh ini yang melibatkan di dalamnya tujuh kementerian di bawah kementerian Koordinator dan Investasi serta 16 hotel. Semua syarat diluncurkannya program WFB sudah dilakukan oleh pihak ITDC, semuanya diawali dengan sertifikasi kesehatan dan kebersihan ( cleanliness, health, safety, and environment sustainability/CHSE ). Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Direktur Utama PT ITDC, yakni Abdulbar M. Mansoer. Direktur Utama PT ITDC tersebut percaya diri bah...

Capernaum(2018) - "Wajah Dampak Kekerasan Terhadap Anak"

Gambar
Capernaum, ialah film yang sempat dibahas dalam sebuah blog pribadi milikku. Sedikit banyaknya informasi, film ini menyabet gelar yang cukup banyak dalam rentang waktu sekitar 4 tahun lamanya dari tahun 2018. Film ini berkisah dalam latar belakang negeri timur, tepatnya Beirut. Apabila ditelisik lebih jauh pada kenyataannya film ini diperankan oleh tokoh yang tidak terkenal dalam khalayak ramai sebagai seorang figur aktris maupun aktor. Namun, esensi film yang ditawarkan membuatnya mampu bersaing dengan deretan film terkemuka lainnya. Ialah Zain, seorang bocah cilik yang tak seberuntung anak di luaran sana. Ia adalah bagian dari keluarga kecil budak yang hidup tanpa surat-surat resmi yang terdaftar dalam pemerintahan. Hidup sederhana dalam sebuah flat kecil dengan beberapa saudaranya. Kekurangan yang menimpa keluarganya membuat ia harus berjuang mendapatkan pundi-pundi uang untuk menyambung kehidupannya. Usianya yang masih sangat kecil tak membuat dirinya merasa kesul...

Tak Surut Niat Pulang Kampung(Opini)

“Tak Surut Niat Pulang Kampung” OPINI Stigma yang melekat di masyarakat kebanyakan ialah suatu keharusan untuk melakukan mudik. Salah satunya dikutip dari keterangan pria berusia 35 tahun asal Brekat, Tegal, Jawa Tengah) yakni Dana Pujianto, ia menyebutkan bahwa dirinya bahkan tidak takut dengan larangan pemerintah dan ia pun telah menyewa mobil carteran untuk kendaraannya saat pulang kampung. Tidak hanya itu, ia juga mengajak serta ke enam karyawannya dalam keberangkatannya pada tanggal 10 Mei mendatang. Pemerintah menilai akan adanya mobilitas orang secara masif, seperti halnya mudik yang akan diprediksi meningkatkan resiko tersebarnya virus corona. Sedangkan menurut survei dari kementerian perhubungan sekitar 33 persen atau dalam perkiraan 81 juta orang akan melakukan mudik menjelang idul fitri (13-14 Mei). Apabila larangan mudik diberlakukan maka sekitar 11 persen atau kisaran 27 juta orang akan tetap pergi mudik. Demi menjaga kestabilan mobilitas aparat kepolisian menyebar...

Ketentuan Terbaik

Gambar
“Tuhan merusak rencanamu agar rencana itu tidak merusak dirimu” -Unknown- Penggalan kalimat tersebut kutemui di laman pencarian instagramku. Aku yang sedang dalam mood bagus untuk berpikir kemudian menyimpan video cuplikan suatu podcast tersebut, walau tidak tahu siapa yang mengatakan kalimat itu dan podcast siapa yang menaungi acara tersebut. Kupikir kalimat itu sedikit menyinggung perasaanku manakala aku merasa gagal dalam sebuah rencana yang terkadang kususun sedemikian rapinya, namun pada ujungnya harus menemui kegagalan sebab suatu hal tertentu. Keadaan semacam ini, sudah barang tentu setiap yang bernyawa utamanya manusia merasakan hal yang sama. Tak jarang ini membuat seseorang merasa kecewa berlebihan. Andaikata dalam suatu permisalan, kita telah membuat serangkaian kegiatan yang tertuang dari ide cemerlang. Katakanlah kegiatan di hari Minggu yang akan kita kerjakan seharian penuh. Kemudian di hari H secara mendadak seorang guru meminta untuk mengadakan pe...

Beloved Doraemon dan Kacamata Transparan Ajaibku, Gotcha!!!

Gambar
Masih ingat dengan kartun kesayangan dari Jepang? Clue -nya ialah robot kucing biru pemilik kantong ajaib. Yaps, Doraemon dan tokoh parasit yang membersamainya yakni Nobita. Siapa yang tidak tahu tabiat Nobita? Pemalas? Mudah menyerah? Selalu ingin yang instan? Dan selalu bergantung pada orang lain? Yah, semua itu adalah Nobita. Dari sosoknya mungkin sisi lain yang kita dapati ialah ia yang terlalu baik hati sehingga mudah ditindas, ramah, penolong, tidak menyimpan dendam, dan jangan lupakan kisahnya sebagai sadboy karena cinta sepihaknya kepada Shizuka. Kelak kita tahu mereka berjodoh di masa depan. Takdir tetaplah di tangan sang penulis naskah, wkwk. That’s the truth story of Noshi (Nobita – Shizuka : gaya shipperku, wkwk). Sedari kecil kita disuguhi adegan khayali dalam film ini. Di hidup Nobita selalu terjadi masalah yang membuatnya terus berputus asa. Oh ayolah, memang hidup adalah sumber masalah (Note: temanku, Viola mengatakan “tergantung pribadi masing – masi...

Masih Manusia, Maka Wajar Punya Resah

Gambar
Aku memanglah terbatas dalam segi kemampuan bernalar. Walaupun sejak jenjang SMA telah diperkenalkan dengan yang namanya berpikir dengan nalar, namun tetap saja tak membuatku kemudian mampu memahaminya melebihi dari definisi yang ada. Segala sesuatu tak akan terjadi tanpa sebab, maka aku sekarang ini yang tengah duduk manis menatap layar pc mencoba untuk mengingat dengan baik. Ah yah, barangkali sebab terbiasanya aku menerima sesuatu yang diberikan tanpa bantahan. Seperti halnya tidak pernah memprotes apa yang disampaikan guru, karena menganggap guru itu sudah pintar dan tak pernah salah. Pikiranku tak pernah benar – benar diasah sebagaimana yang selalu dilakukan dalam organisasi yang baru kusambangi ini. Kalau aku mengatakan ini sebuah kesulitan, maka aku tak pernah bohong atasnya. Setiap kali aku berpikir bahwa aku mampu, sekali waktu sesuatu seakan membuatku merasa bahwa aku tak akan mampu. Metode belajar dengan mengandalkan kebebasan berpikir dan usaha dalam men...

Sebenar - benarnya Pelita dalam Kedunguan

Gambar
Perkuliahan telah aktif sejak tanggal 22 Februari di Hari Senin. Setelah sebelumnya sempat terkendala dalam pengisian KRS tersebab beberapa faktor yang diantaranya terkait ukt dan murni kesalahan pribadi yang tidak bisa mengakses siakad, sebagaimana yang dialami beberapa temanku. Hal ini pula yang menyebabkan menjelang datangnya UTS nanti, ditiadakan yang namanya minggu tenang. Kini aku yang telah memasuki dunia perkuliahan dalam semester dua, boleh dikatakan cukup bersyukur karena walaupun “kuliah yang belum dikatakan sah” ini aku sudah mulai membiasakan diri dengan teman seangkatanku utamanya dalam komunikasi mahasiswa kelas. Lain dari itu, mungkin hanya kendala sinyal dan keterlambatan informasi yang tetap menjadi primadona perkuliahan. Hari ini tepatnya Hari Selasa merupakan hari kedua setelah aktifnya kembali dunia belajar mengajar perkuliahan di universitasku, Universitas Trunojoyo Madura. Aku tahu kegugupan akan senantiasa bertandang sebagaimana yang sebelumnya...

Monolog Qalbu : "Terkungkung Dogma atau Melepaskan Diri dan Membuka Pikiran?"

Gambar
Sejak kecil kita hidup dalam lingkup keluarga yang memeluk kepercayaan masing – masing, terlepas dari keluarga yang berkepercayaan berupa turunan atau memang jalan dari kehendak hati sendiri. Sejak kita dilahirkan ke dunia tak pernalah kita bisa melakukan segala sesuatu sendiri. Kita membutuhkan tangan yang terulur lembut memenuhi kebutuhan dan merawat kita sepenuh hati. Atas dasar itu kita tidak dapat memilih apapun yang kita kehendaki, melainkan berdasar kepada apa yang dikehendaki oleh orang – orang yang merawat kita. Maka tanpa sadar, terkadang orangtua mendikte kita bahkan hingga usia yang bisa dikatakan mampu mempergunakan akal dan pikiran sendiri untuk menentukan yang terbaik bagi jalan yang kita pilih. Tidak masalah, setiap orangtua memang memiliki kekhawatiran yang berlebih. Tapi tahukah? Suatu apa yang berupa pendapat apabila telah diterima dalam ranah khalayak ramai kemudian menjadi sebuah kepercayaan akan berdampak kepada pemeluknya itu sendiri. Maka yan...

Bermuhasabah dengan Cerminan Surat Al - Hujurat Ayat 13

Gambar
Sedikit mengutip ayat dalam Al-qur’an yakni surat Al-Hujurat ( ayat 13) : Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." Dalam kutipan ayat itu bisa kita ketahui bahwasanya manusia terbagi dalam dua jenis saja, yakni laki-laki dan perempuan. Bukan sebagaimana yang orang lain tambahkan terlepas dari sebuah candaan atau tidak, yakni kaum setengah (Laki-laki yang kewanita-wanitaan dan wanita yang kelaki-lakian). Kemudian dari padanya makna lain yang terkandung ialah bahwa manusia tercipta dalam sebuah hubungan dan hanya merupakan sari pati dari tanah yang dimakan oleh manusia itu sendiri yang kemudian menjadikan dalam tubuh sperma (dari laki-laki) da...

Mitoskah? "Kabotan Jeneng" (Berat Nama)

Gambar
Pernah dengar anak sering sakit – sakitan sedari kecil disebabkan orangtua yang salah memberikan nama? Masyarakat Jawa di daerah Jawa Timur khususnya Probolinggo sering menyebutnya dengan “ Kabotan Jeneng ” atau dalam bahasa Indonesianya kelak kita tahu ialah keberatan nama. Seringkali aku pun menemui hal semacam ini di sekitaran rumahku. Tak jarang beberapa dari orangtua mengikuti apa yang dikatakan oleh sesepuh, yakni mengganti nama anak yang sedang sakit – sakitan itu. Dalam benakku, adakah keterkaitan diantaranya hanya sebuah nama dengan urusan kesehatan? Tentunya hal ini bertentangan dengan pendapat ilmu kedokteran yang tidak dapat membuktikannya secara ilmiah. Mungkin aku menyetujui bahwa pemberian nama ialah do`a, tapi tidak untuk kasus yang satu ini karena berkecenderungan dibuat asal - asalan. Aku memang mendengar, malah semakin merasa muak dengan apa yang selalu kudengar. Sayang sekali, pendapat tetua tentunya akan lebih diterima dibanding dengan pendapat ...

Idealis yang Tidak Realistis (Membuka Jalan Pikiran dengan Stoisisme)

Gambar
Ada salah satu filsafat yang masih relevan digunakan dalam perkembangan zaman, bahkan yang semakin menuju ranah melampaui modernitas ini. Ialah filsafat stoisisme / Stoicism yang merupakan cabang dari filsafat helenistik. Sebuah awalan yang mana belum pernah ku ketahui, karena sebelumnya aku tak pernah tertarik sekalipun untuk mempelajari filsafat. Sebagaimana dahulu guru agamaku mengatakan, bahwasannya untuk ilmu filsafat ini harus benar – benar dipahami agar tak menimbulkan salah tafsir yang mengakibatkan diri akan melenceng dari agama yang dianut. Aku yang terkungkung dalam pemikiran idealis dan kurang realistis ini berpikiran bahwa aku akan bisa mendapatkan segala apa yang kumaui tanpa harus memilih diantara keduanya. Ingat aku, di malam diskusi buku terakhir sebelum menjalani pendidikan dan pelatihan di Madura. Saat itu aku dihadapkan pada dua pilihan yang mana pilihan itu mencakup pengabdian di masyarakat atau mendapat nilai yang sempurna dalam mata kuliah. ...

Miracles in Goodness

Gambar
Saat kepulanganku setelah hari pendidikan dan pelatihan yang memakan waktu banyak itu, aku membawa senyuman hangat yang terbit dalam diriku. Walau saat sampai di pelabuhan, kapal yang akan aku tumpangi telah berlayar dan masih terlihat baru berangkat dari dermaga. Aku menertawai diri sendiri dan Viola yang terlihat kesal karena kebodohan kami pagi itu. Yah, aku bersama Viola yang akan menyeberang menuju Pelabuhan Tanjung Perak dengan tujuan kota yang berbeda pada akhirnya. Aku menikmati udara sejuk pagi itu yang membawaku mengingat kembali peristiwa pendidikan dan pelatihan yang sudah mulai kurasai kebiasaannya. Rasa sedih menggelayuti hatiku, rasanya baru kemarin aku bisa berkumpul secara offline dengan teman satu angkatanku yang berbeda prodi. Terlepas dari semenyebalkan apapun mereka namun bagiku tetap saja perpisahan adalah hal buruk yang paling tidak kusuka kehadirannya. Singkatnya, aku dan Viola mulai masuk ke dalam kapal dan memilih tempat duduk di tengah ya...

P4 Kuncir Kudaku yang Malang

Gambar
Suatu pagi menjelang siang hari, lelah telah menggerayangi tubuhku sejak pertama kali duduk bersandar pada bangku bis. Ini adalah bis keduaku setelah turun di Bungurasih, yang ke selanjutnya menuju Pelabuhan Tanjung Perak untuk menyebrang hingga sampai pada pulau Madura. Sebelum itu, mataku sibuk merotasikan diri mencari bangku kosong di dekat kemudi depan. Yah, aku harapkan bisa duduk di bangku penumpang paling depan hanya agar tidak mengantuk saja. Alasan yang kurang bisa diterima begitu saja, tapi yah begitulah setidaknya menurutku. Bis berjalan sesaat setelah aku mendudukkan diri dan bersandar barang sejenak, oh ayolah badanku serasa remuk dan yang paling mengejutkan ternyata seseorang datang memintaku menggeser duduk, bodohnya aku tidak menyadari kalau memang ada seorang penumpang disebelahku. Aku tidak menyadari ada satu tas punggung disebelahku, ku pikir itu milik penumpang didepan. Akhirnya aku pun membagi kursi dengannya. Sejenak aku melihat pemandangan kan...

SURAT CINTA UNTUK MBUH GAK TAUU!!!!

Gambar
Hari ini aku kesal sebab salah seorang temanku mengatakan bahwa akan ada peniadaan terhadap tindakan offline pembelajaran baik bagi sekolah dasar, menengah, atas, maupun perguruan tinggi. Hal itu membuatku geram bukan kepalang. Maksudku, oh ayolah ini sudah menginjak pada bulan yang kesekian setelah peniadaan UN bagi angkatan 2020 dan diluluskan secara tidak hormat sampai – sampai tak memiliki kenangan yang berarti dalam perpisahannya. Kejengkelan demi kejengkelan menggelayuti sanubari seakan mengatakan bahwa angkatan tahun 2020 (Akt`20) selalu tertimpa kesialan. Tahu sendiri kan? Akt`20 dalam masa SMP menjadi bahan percobaan dari ujian tulis ke ujian dengan basis komputer, lalu beragam pergantian kurikulum (kalau yang ini mungkin semua yah), dan yang terakhir ialah ujian hidup yang disebabkan oleh virus tak terlihat atau yang kalian sebut CORONA!!! Jangankan menyebutkannya secara lisan, melihat huruf c saja rasanya sudah sensitif sekali. Tempo hari aku melihat snap w...

Angry aja Gausah Pake Birds, ribetttttt!

Gambar
Amarah, emosi, atau apapun namanya yang hanya merujuk pada satu kata “buruk”. Yah okelah, mungkin satu dua yang melibatkan hal tersebut tak melulu tentang hal keburukan jika ada niatan baik dibaliknya, tapi apakah jalan satu – satunya hanya bisa dengan kemarahan? Luapan emosi? Tentu saja tidak kan? Itulah sebab mengapa jika ada marah maka akan selalu ada sabar. Tuhan sudah membuatnya adil seadil adilnya bagi kita yang banyak mau  dan tak tau diri ini. Kan begitu? Memang terkadang kata hanyalah kata, barisan kalimat yang berpuluh paragraf pun hanya kalimat. Semua tak selalu sesuai dengan yang dikatakan, karena kita manusia terkadang kalah cepat dengan yang namanya nafsu untuk dikuasai oleh amarah yang membakar kita sendiri. Bisa aku katakan begini karena aku tahu benar pahitnya perasaan yang terlahir setelah emosi dibiarkan meletup letup layaknya popcorn baru masak dalam panci. Rasanya sungguh tidak nyaman, membuat resah, dan menghilangkan cahaya diri. Setelah...