Ale
Ini Hari Rabu, waktu sudah menunjukkan pukul 5 di sore hari tepatnya waktu Indonesia bagian barat. Dan Anna masih dengan baju yang sama seperti yang tempo hari ia kenakan. Tidak terlihat tanda-tanda ia akan bergerak dari ranjang barang sedikitpun. Air mata terus membasahi pipi ranumnya, dan terlihat betapa bibirnya yang cantik kini kian memucat. Oh ayolah, ini hanya perihal cinta dan dia bisa sehancur itu. Pintu berderit dan menandakan seseorang tengah masuk ke dalam ruangan bertema serba gelap itu. “Secinta itu kau kepadanya?,” Langkah kecil wanita paruh baya itu tak menarik sama sekali perhatian gadis yang tengah tidur membelakanginya itu. Margaret, tak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh putrinya. Seisi ruangan nampak berantakan dan seolah tak bernyawa. Merasa tak dihiraukan, Margaret naik ke ranjang dan mengelus perlahan pucuk rambut putri kesayangannya itu. Tidak bergerak, netranya terbuka namun menatap kosong meja belajar yang disana terdapat sebuah foto ...