Postingan

Penjara untuk Kebebasan

Gambar
  Aku tidak pernah membenci kata mutiara, nasehat, bahkan petuah dalam menjalani "Yang Maha Normal" bagi kehidupan ini. Aku mendengarnya, menimbang setiap katanya, bahkan mencoba memaksakan semua masuk dalam sanubariku. Namun sayang, tak ada yang dapat kurasakan selain rasa hampa. Aku menghabiskan banyak sekali ruang dan waktu sendiri untuk merenungkan jalan hidupku. Merenungkan apa yang menurut kacamata orang lain benar, tapi kebenaran itu sekali lagi tidak ingin merasuk dalam diriku. Kemudian aku berpeluk lagi dengan perasaan bimbang. Padahal, sudah kusegerakan bangkit dari peristiwa diriku ini yang orang lain sebut dengan kata "Malas". Sial sekali, aku terpenjara dalam keinginan semua orang tanpa bisa melakukan apapun sesuka hati. Lalu, aku hanya dapat membaca bagian dari diriku yang sepenuhnya mati dalam jasad yang hidup. Aku merasa tidak lagi dapat mengutarakan isi hatiku. Orang lain bahkan bosan mendengarkan keluh kesahku. Bagi mereka ini tidak seberapa, jika ...

Tidur!!!

Gambar
Oh sayang, jadi siapa yang terluka  Lantas siapa pula yang melukai? Kau, dia, atau sebenarnya harapanmu Tidak, jangan lena jangan pula mendakwa Pulang sayang, pergilah ke pangkuan ibu Tidur selagi kau tak ingin melihat yang nyata lalu memiliki persepsi itu menjadi fana Delusimu ialah ketidakmampuanmu dengan kenyataan Tapi tidurmu membuat yang nyata sakitnya tak terasa

Done for me

Gambar
Bagaimana baiknya kumulai tulisan ini? Ada setitik keresahan yang kubawa, dan entah bagaimana aku menuangkannya dalam bentuk kalimat yang nyata tak bisa aku katakan pada sesiapa jua. Oh dunia kecilku, dunia yang aku sendirilah berhak atasnya. Ini perihal rasa senang, sakit, amarah, serta lainnya yang tidak terkecuali tentu semua orang memiliki. Aku bicara bukan sebagai seseorang yang "Maha" diantara sesamanya. Aku hanya aku biasa, yang bahkan sebenarnya tidak lebih dari sekedar pelengkap saja. Ah pelengkap, yah setidaknya begitu menurutku. Aku sudah berbicara dengan angin, tapi sayang sekali jika tidak kutuangkan dalam tulisan. Sungguh mati akan sangat disayangkan sekali. Jadi begini, setiap saat kita selalu menikmati kalimat-kalimat penenang dan pembenaran mengenai diri. Entah perihal rasa sakit, rasa kecewa, rasa senang, dan lain semacamnya. Yang dapat kutarik kesimpulan ialah pada dasarnya semua orang selalu "merasa" hal yang sama. Dalam pandanganku, ...

Wali

Gambar
Ini adalah hari baik, hari Jum'at yang penuh berkah. Sungguh awal yang baik dan mengharuskan aku bertemu dengan seseorang yang meng-klaim dirinya adalah wali. Jeda waktu yang cukup lama sejak terakhir kali kami bertemu. Dia orang yang mengesankan dan aku selalu mengingat dirinya saat pertama kali terjun dalam dunia islamisasi berkedok jurnalistik ini. Dengan sepuntung rokok di sela jarinya, kuperhatikan segala apa yang ia bicarakan. Dari hal receh hingga hal-hal yang tidak terduga bahwa itu merupakan momok yang terus menghantuiku akhir-akhir ini. Apa yang perlu kutuliskan tentang dirinya? Perlukah kiranya aku menambah kalimat sampai paragraf perihal segala sesuatu yang dapat membuat dirinya membuncah dan membranding diri bahkan lebih dari superior. Haha, lupakan. Aku datang terlambat, seorang senior mengatakan dalam sebuah pesan singkat " Ojo ruwet ". Rasa-rasanya kata ruwet selalu identik dengan diriku. Tapi tak apa, batinku senang sebab hari ini terhitung s...

Delusi

Gambar
Sayang, dunia ini begitu melelahkan Semua isinya menuntut kau baik-baik saja Sekali kau redup, semua akan mengecam Ingat kau terakhir kali lipstik merah menyala itu memoles bibirku yang indah? Kau kira aku akan menarik minat sang jejaka Tapi sayang, aku tidak sehina itu jua Terlebih kata hatiku mengatakan bahwa yang demikian menandakan perasaan melebihi baik-baik saja Atau mungkin itu delusiku semata Sssttt, sudahlah mari tidur saja

Kehidufuck!

Gambar
Badanku merebah, netraku terpejam, hembusan nafasku mula teratur Tapi sial! Berisik sekali isi kepalaku Bahkan berganti posisi tidur pun tak membantu Persetan dengan lagu pengantar tidur Si anjing jua dengan podcast toxic yang membuat lena kerapuhan seseorang Semua-mua bak suara yang memekakkan telinga Sungguh, bahkan deru angin pun mengesalkan qalbu Bagaimana sayang? Bagaimana dewasamu? Kau nikmati jua nyatanya kehidu fuck ini dengan senyum palsu Selamat! Selamat untuk dikokohkannya bahumu

Akhir Tahun Masehi (2020)

Gambar
" Mugo anakku edan kabeh, "   Doa beliau terdengar orang lain kala itu, kenangnya. Namun tak sesiapa pun berani menegurnya dan bertanya.   Di sela cerita aku menanggapi, "Mengapa?," Tanyaku keheranan.   Wajah berseri lengkap dengan wibawanya tersebut kemudian mengatakan,   "Bapak belum selesai, sisanya bapak simpan dalam hati (.... Gila karena kecintaannya terhadap Rabb dan Rasul-Nya),"   🥀   ____   Sebelum aku berangkat ke perantauan, itu adalah sekelebat kisah yang sedikit menggores batinku. Bagaimana bisa kepercayaan sebesar itu beliau limpahkan padaku. Aku menjadi beberapa tahun lebih tua daripada tahun terdahulu dimana rasanya sekarang bisa dikatakan adalah masa kemunduranku.   Aku hanya bisa menatap netranya yang bersinar siang itu. Oh Tuhan, bapak tengah menegurku dengan do'anya. Dan dengan sangat kurang ajar nyata aku belum mampu mengabulkan do'anya. Seketika rasa malu menggelayuti batinku. ...